5 Agustus 2005
Kami sempat bertanya-tanya dalam hati, apa yang membawa Sri Sultan Hamengkubwono X datang mengunjungi negeri Belanda ini beberapa waktu yang lalu. Berbeda dengan alotnya perjuangan kami menemui anggota DPR beberapa waktu yang lalu, kali ini kami berhasil menemui Sri Sultan dan sempat berkomunikasi langsung dengan beliau. Pertanyaan kami tetap sama, angin apa yang membawa Sri Sultan ke Belanda? Adalah Wageningen University yang menjadi tujuan utama beliau.
Siang itu, 5 Agustus 2005, hujan turun merata di Belanda, namun tak menyurutkan langkah kami ke Wageningen. Sesaat setelah sambutan singkat dari tuan rumah, Rektor Wageningen University, kami mendapat kesempatan untuk bertanya langsung pada Sri Sultan akan maksud kedatangannya ke Wageningen University hari itu. Sebelumnya, banyak informasi simpang siur yang kami terima berkenaan dengan maksud kedatangan Sri Sultan, mulai dari penandatanganan MoU dengan Wageningen University, sampai ke selentingan tak sedap seperti alasan standar,… jalan-jalan…
Sri Sultan mendengar pertanyaan kami dengan senyum (mungkin beliau juga sudah mendengar ‘insiden’ anggota DPR sebelumnya) namun menjawabnya dengan tegas. Menurut Sultan, kedatangannya ke Belanda, khususnya ke Wageningen University adalah bagian dari rangkaian perjalanan dinasnya. Khusus dengan Wageningen University, beliau selaku Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sedang menjajaki kerja sama terutama dalam bidang pengembangan bibit unggul untuk produk-produk pertanian, teknologi rekayasa genetik (kultur jaringan), dan pemasaran produk pertanian.
Wageningen University menjadi pilihan setelah berkonsultasi lebih dulu dengan universitas di Indonesia (UGM dan IPB). Lebih lanjut menurut Sultan, keterbatasan lahan di Yogyakarta mendorongnya harus mencari alternatif lain sebagai usaha peningkatan produksi, dalam hal ini benih unggul.
Sultan yang juga didampingi Toyo Santoso Dipo sebagai Bupati Kulon Progo, menggambarkan, dari tanah seluas 3000 hektar di Kulon Progo yang tadinya hanya menghasilkan 2,4 ton jagung lokal/hektarnya, telah meningkat produksinya menjadi 9,6 ton/hektar ketika bibitnya diganti dengan jagung hibrida.
Untuk itulah Sultan merasa harus ada kerjasama secara serius antara Indonesia-Belanda (yang dirintis oleh Daerah Istimewa Yogyakarta) untuk menghasilkan bibit baru yang sekaligus bisa menjadi produk unggulan Indonesia. “Masak semuanya serba Bangkok,.. pepaya, beras,.. semuanya Bangkok. Saya yakin kita juga bisa punya bibit unggul sendiri”, begitu selorohnya.
Penjajakan pengembangan benih unggul ini sebenarnya adalah salah satu mata rantai dalam kerangka transfer teknologi dan transformasi budaya. “Teknologi harus juga bisa dirasakan secara nyata kegunaannya oleh masyarakat miskin” jelas Sri Sultan. Beliau melihat bahwa teknologi masih terasa jauh dari masyarakat. Padahal menurutnya, jika mereka tersisihkan maka akan timbul kecemburuan sosial yang berakibat pada instabilitas.
Diam-diam, kami merasa bangga. Raja ini mengerti benar apa yang dia ceritakan kepada kami, mengerti benar kendala yang dihadapi rakyatnya. Kami juga kembali tercengang, ketika mengetahui bahwa sebelum ke Belanda, beliau mampir ke Republik Ceko, menjajaki kerja sama lainnya dengan pemerintah Ceko yang menawarkan kerja sama dalam sistem transportasi umum.
Hanya empat hari, dua hari di Ceko, satu hari di Belanda, dan hari terakhir di Suriname, memenuhi undangan perantau jawa di Suriname yang memperingati tepat 115 tahun orang Jawa pertama kali datang ke Suriname. Padat. Begitu kesan kami terhadap rangkaian kerja Sri Sultan. Tentu kesan positif ini masih harus dibuktikan dengan hasil nyata di lapangan.
Sebelum mengakhiri lawatannya, penguasa Ngayogyakarta Hadiningrat ini berpesan kepada para pelajar Indonesia untuk menyelesaikan studi dengan baik dan segera berkontribusi kepada negara, meski kecil sekalipun.
Begitulah, ketika Sang Raja datang, walau singkat, sepertinya sosok yang pada cerita-cerita masa lalu ini tidak terjangkau oleh rakyat biasa, malah dengan senang hati mau berbagi bersama kami…(*)
sumber
/ppibelanda.org/index.php?option=com_content&task=view&id=17&Itemid=29
